Contoh Dan Cara Membuat Check Sheet (Lembar Periksa)
Baca Juga
Kapan Check Sheet (Lembar Periksa) Digunakan ?
Kita bisa menggunakan Check Sheet ketika dalam keadaan berikut :
- Saat kita ingin meneliti (observasi) suatu proses secara berulang-ulang pada orang yang sama atau di tempat yang sama.
- Saat kita ingin melakukan pengumpulan data pada Proses tertentu di lantai produksi.
- Saat kita ingin mengetahui seberapa sering suatu kejadian (frekuensi) , masalah (problem), cacat (defect), penyebab masalah (causes), lokasi cacat (defect location) terjadi di proses produksi.
Manfaat Menggunakan Check Sheet (Lembar Periksa)
Menggunakan Check Sheet memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah :
- Memudahkan proses pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimana suatu permasalahan sering terjadi. Kemudahan ini akan mempunyai dampak pada efisiensi dalam pengumpulan data.
- Memudahkan pemilahan data ke dalam kategori yang berbeda seperti penyebab-penyebab, masalah-masalah dan lain-lain. Data-data yang telah terpilah secara rinci yang dikumpulkan dengan menggunakan check sheet, sekaligus memudahkan pengolahan lebih lanjut untuk memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang relevan dengan persoalan yang sedang dihadapi.
- Memudahkan penyusunan data secara otomatis, sehingga data tersebut dapat dipergunakan dengan mudah.
- Memudahkan pemisahan dalam membedakan antara opini dan fakta.
Langkah-Langkah Membuat Check Sheet (Lembar Periksa)
Berikut merupakan langkah-langkah Cara Membuat Check Sheet :
Langkah Pertama
Langkah pertama dalam membuat Check Sheet atau lembar periksa adalah memperjelas sasaran pengukuran. Untuk membantu memperjelas sasaran pengukuran, kita bisa dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti, Apa masalahnya? Mengapa data harus dikumpulkan? Siapa yang akan menggunakan informasi yang dikumpulkan dan informasi yang sebenarnya mereka inginkan? Siapa yang mengumpulkan data?
Langkah Kedua
Langkah kedua adalah meng-identifikasikan apa yang akan diukur dan waktu pengukuran, seperti, Judul : Keluhan pelanggan, Kategori : Pengiriman terlambat, pengemudi yang kasar, penagihan yang tidak sesuai, dll.
Langkah Ketiga
Langkah ketiga adalah menentukan isian waktu atau tempat yang akan diukur. Langkah ini dimaksudkan dan ditujukan agar dapat mengidentifikasi kapan dan dimana data diperoleh.
Langkah Keempat
Langkah selanjutnya adalah langkah implementasi pengumpulan Data. Data dikumpulkan dengan cara mencatat setiap peristiwa langsung pada lembar periksa. Yang perlu menjadi perhatian adalah jangan pernah menunda untuk mencatat informasi hingga akhir hari atau hingga beristirahat, karena takut bisa saja lupa.
Langkah Kelima
Lankah terakhir adalah melakukan penjumlahan data atau merekapitulasi data. Maksudnya, Menjumlahkan semua kejadian (seperti, berapa banyak terlambat mengirim bulan ini, berapa banyak penagihan yang tidak sesuai, dan sebagainya).
Elemen Check Sheet (Lembar Periksa)
Dalam membuat lembar periksa yang baik, harus terdapat elemen-elemen pokok, biasanya perusahaan menggunakan elemen-elemen dibawah ini sebagai elemen pokok dalam Lembar Periksa (CheckSheet) mereka
- Judul Check Sheet atau Gambaran (description) mengenai proses yang ingin diteliti.
- Label atau Item permasalahan yang akan diambil.
- Daerah untuk menuliskan data.
- Keterangan data (jika diperlukan).
- Informasi lainnya di Check Sheet seperti Bulan dan Tahun, nama proses, nama perusahaan atau departemen (tambahkan informasi lain jika diperlukan).
Contoh Check Sheet (Lembar Periksa)
![]() |
CONTOH CHECK SHEET CACAT UMUM |
![]() |
CONTOH CHECKSHEET ASSEMBLY |
![]() |
CONTOH CHECK SHEET OPERATOR |
![]() |
CONTOH CHECK SHEET CACAT KESELURUHAN |
![]() |
CONTOH CHECK SHEET CACAT SECARA DETAIL |
0 Response to "Contoh Dan Cara Membuat Check Sheet (Lembar Periksa)"
Post a Comment